Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Bambang Gatot menjelaskan, masih rendahnya angka produksi batubara Indonesia tak lepas dari kondisi pasar batubara dunia yang melemah akibat anjloknya harga-harga komoditas energi lainnya. Fenomena global ini mempengaruhi tingkat produksi batubara dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini karena pada perencanaan awal kita gunakan single tariff khususnya untuk pengenaan royalti 13,5 persen sekian persen dan ada akhirnya tidak ada perubahan. Hal yang juga memepengaruhi adalah kecepatan (PLTU) Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan demand PLTU dari sisa pipeline tahun lalu," kata Bambang.
HBA untuk November berada di level US$ 54,43 per ton, turun 5,16 persen dibandingkan dengan posisi Oktober 2015 yang sebesar US$ 57,39 per ton. (ags)