Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina, mengatakan unit RFCC nanti dapat memproduksi sekitar 37.000 barel per hari high octane mogas component (HOMC), yang sebagian besarnya akan digunakan untuk memproduksi premium dengan kapasitas 30.000 barel per hari dari Kilang Cilacap.
Dengan demikian total produksi premium Kilang Cilacap akan mencapai sekitar 91.000 barel per hari. Kelebihan HOMC dari Kilang Cilacap adalah bisa digunakan untuk memproduksi pertamax dan atau premium di kilang-kilang lain.
"Apabila nanti proyek PLBC sudah tuntas, maka seluruh produk gasoline sebanyak 91.000 barel per hari dari Kilang Cilacap akan berupa pertamax RON 92," kata Wianda, Jumat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RFCC nantinya akan meningkatkan produksi premium dari Kilang Cilacap menjadi 91.000 bph dari sebelumnya 61.000 bph dengan memanfaatkan residue dari unit-unit pengolahan yang ada sebelumnya.
Kilang-kilang Pertamina saat ini memiliki Nielsen Index Complexity (NCI) yang relatif rendah, yaitu rata-rata 5-6. Perseroan melalui program dan proyek peningkatan kapasitas kilang menargetkan meningkatkan NCI menjadi rata-rata 9. Bahkan, untuk Kilang Cilacap sebelum RFCC nilai NCI masih di level 3 sehingga kandungan residunya cukup tinggi.
Fallah Amru, Komisi VII DPR dari Fraksi PAN, mendukung kebijakan manajemen Pertamina yang mengembangkan RFCC Cilacap karena Indonesia membutuhkan kilang baru dan juga optimalisasi kilang yang sedang beroperasi. Namun menurut Fallah yang harus dipertimbangkan adalah seberapa besar tingkat efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi tersebut. Ini tentu terkait dengan kemampuan produksi jika dibanding dengan teknologi lama.
“Selain itu pertimbangan berapa besar investasi juga harus ada. Dan terakhir aspek lingkungan karena antara tata kelola migas dan lingkungan punya keterkaitan yang sangat erat,” katanya.
Dirgo W Purba, analis Energy Security, menngatakan Indonesia membutuhkan kilang baru dan optimalisasi kilang yang sudah lama. Namun yang penting adalah bagaimana Pemerintah dan juga Pertamina menjamin pasokan crude untuk kilang tersebut. Ini terkait dengan produksi minyak mentah nasional yang terus menurun.
“Kilang Cilacap merupakan kilang yang mempunyai peran penting dalam menjamin pasokan BBM nasional. Karena itu optimalisasi yang dilakukan dengan teknologi yang baru jangan sampai mengganggu pasokan BBM yang dihasilkan oleh kilang tersebut. Kalau saja terganggu maka akan mengganggu pasokan BBM keseluruhan,” katanya. (pit)