Agus mengatakan selain keterlibatan sektor swasta yang lebih luas, tingkat partisipasi ekonomi juga dinilai penting bagi upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menggali potensi dan peran dana domestik dalam pembiayaan ekonomi baik secara konvensional maupun syariah.
"Beberapa potensi masih bisa digali dalam skala besar terkait dengan potensi sumber dana, mulai dari pengelolaan zakat dan wakaf hingga pengembangan pasar obligasi korporasi," ujar Agus dalam acara Bankers Dinner di Jakarta Convention Center Senayan, Selasa (24/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengacu pada survei yang dilaksanakan oleh McKinsey Global Institute (MGI) pada 2014 yang menunjukkan produktivitas tenaga kerja Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Sejalan dengan itu, Global Competitiveness Report 2014-2015 juga menyatakan efisiensi pasar tenaga kerja Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN.
"Ini menjadi tantangan kita bersama, termasuk dalam upaya kita untuk mengurangi ketimpangan pendapatan antar daerah," lanjutnya. (gen)