Penandatanganan HoA dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan President and CEO Saudi Aramco Amin al-Nasser dan disaksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan jajaran menteri Kabinet Kerja di Cilacap, Kamis, (26/11).
“Untuk seluruh kegiatan tersebut kami perkirakan akan menelan investasi sekitar US$ 5,5 miliar,” kata Dwi, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di mana tiga parameter tersebut meliputi peningkatan kapasitas total crude distillate unit (CDU) dari sekitar 345 ribu barel per hari (bph) menjadi 370 ribu bph, kompleksitas kilang meningkat dari 3 menjadi 9, dan peningkatan hasil produksi dengan nilai tinggi dari semula sekitar 73 persen menjadi 96 persen.
"Proyek ini ditargetkan tuntas dan beroperasi pada 2021,” tambah Dwi.
Setelah penandatanganan HoA, Pertamina dan Saudi Aramco akan melaksanakan site preparation dan basic engineering design mulai tahun depan. Apabila front end engineering design (FEED) dapat tuntas pada 2017, dan EPC dimulai pada 2018, maka diharapkan upgrading RU IV CIlacap akan tuntas dan beroperasi pada akhir tahun 2021. (dim/gen)