Executive Director & CEO IPMI International Business School Jimmy M Rifai Gani mencatat saat ini Indonesia merupakan negara dengan tingkat pengangguran tertinggi kedua setelah Filipina diantara negara-negara anggota Asean lainnya.
Sementara daya saing Indonesia berdasarkan World Competitiveness Ranking 2015 juga relatif rendah. Posisi Indonesia merosot 5 tingkat dari sebelumnya peringkat ke 37 pada 2014 menjadi peringkat ke 42 dari 61 negara yang di survei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ada beberapa faktor yang menyebabkan peringkat Indonesia turun. Investasi untuk pendidikan sumber daya manusia yang rendah, cara menarik ekspatriat untuk masuk, dan faktor aset menjadi penyebabnya,” kata Jimmy.
Indef mengungkapkan, eberapa faktor yang mempengaruhi tingginya tingkat pengangguran di Indonesia ialah jumlah penduduk Indonesia, memburuknya kualitas ekonomi, kualitas tenaga kerja Indonesia yang masih di bawah negara-negara anggota ASEAN lainnya, dan rendahnya produktivitas tenaga kerja Indonesia.
Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati mengatakan berdasarkan data produktivitas antar negara di ASEAN, tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia (3,75 persen) masih tertinggal jauh dari Thailand (5,63 persen) dan Filipina (5,43 persen).
Sementara dari sisi investasi, Indonesia dinilainya belum siap untuk menarik modal bebas dari negara-negara ASEAN.
“Pemerintah harus banyak berbenah untuk menyerap investasi asing ini. Hal yang perlu dibenahi adalah reformasi birokrasi, adanya kepastian dari sisi pengupahan sehingga tidak menimbulkan konflik hubungan industrial yang berkelanjutan,” kata Enny. (gen)