Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan penyerahan aset berupa barang milik negara (BMN) itu dilakukan demi meningkatkan upaya pemeliharaan serta pengoptimalan sejumlah aset yang diberikan.
"Awal tahun lalu saya mengetahui ada hampir Rp 1,5 triliun aset yang sudah selesai dibangun dengan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) tetapi statusnya masih dicatat di pembukuan Kementerian ESDM. Akibatnya pemeliharaan dan pemanfaatan tidak dapat dilakukan dengan maksimal," ujar Sudirman dalam keterangan resminya, Senin (30/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam catatan Kementerian ESDM, BMN negara yang diserahkan kepada ratusan Pemda tersebut berupa sumur bor dalam (artesis) untuk air bersih sekaligus alat penjernih air, pembangkit listrik tenaga surya termasuk instalasi, pembangkit listrik tenaga mikro hidro, sampai alat pemanfaatan biogas. Apabila dikalkulasi, total BMN yang diserahkan mencapai 9.731 unit yang menyebar di 398 kabupaten atau kota. (gir/ags)