“Kita harus memulai terobosan baru, bahwa Human Right complients di perusahaan-perusahaan atau bisnis perikanan itu harus mulai di enforce, buruh atau ABK (Anak Buah Kapal) yang di kapal mempunyai perlindungan HAM sesuai dengan standar internasional,” jelas Menteri KKP, Susi Pudjiastuti di International Workshop on Human Rights Protection in Fisheries Business, Jakarta (30/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses sertifikasinya, lanjut Achmad, akan disesuaikan dengan kewenangan lembaga dan unit yang dibentuk oleh menteri KKP.
Peraturan Menteri (permen) soal sertifikasi HAM ini, jelas Achmad, akan dilakukan secara bertahap sehingga tidak akan langsung sempurna sejak disahkan.
“Implementasinya saya pikir bertahap, tidak bisa seketika begitu saja, intinya ibu menteri tidak akan membuat ini menjadi beban yang terlalu berat bagi perusahaan,” tutur Achmad.
Pemerintah, kata Achmad, ingin adanya pertanggung jawaban dan penghormatan HAM bagi pekerja laut. Untuk itu, akan ada penilaian ke setiap perusahaan perikanan yang akan dilakukan oleh lembaga penilai yang kompeten pada bidangnya dan diakreditasi oleh unit kerja yang dibentuk menteri.
"Perusahaan yang tidak melakukan sertifikasi tidak akan diberikan izin usaha," katanya. (ags)