Menurut Sekretaris Perusahaan Sampoerna Agro Eris Ariaman, dana tersebut membuat perseroan berhasil mengantongi kembali 40 ribu saham dari target buyback sebanyak 189 juta saham atau maksimal 10 persen dari jumlah saham perseroan. Aksi buyback sendiri telah dijadwalkan mulai dilakukan sejak 27 Oktober 2015 hingga 26 Januari 2016.
“Dengan menggunakan Rp 32,67 miliar, Sampoerna Agro masih memiliki sisa dana yang belum terpakai sebanyak Rp 272,32 miliar,” kata Eris dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (1/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kontribusi CPO di sembilan bulan pertama 2015 menurun sebesar Rp 274,34 miliar dibandingkan periode yang sama 2014 yang dipicu oleh penurunan harga jual rata-rata sebesar 13 persen dari Rp 8.528 per kilogram (kg) di sembilan bulan pertama 2014 menjadi Rp 7.402 per kg di periode yang sama 2015,” jelas Budi Halim, Direktur Keuangan Sampoerna Agro. (gen)