Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menjelaskan guna menimbang sekaligus menyiasati dampak negatif yang muncul dari penerapan penyesuaian tarif, PLN telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian hingga Bank Indonesia (BI).
"Inflasi bulan-bulan ini lagi rendah-rendahnya. Dan keputusan ini juga atas saran BI karena kalau mau terapkan penyesuaian tarif untuk R-1 1.300 VA dan 2.200 VA jangan ditunda sampai Januari," tutur Benny di Jakarta, Selasa (1/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai konsekuensi, kini tarif pelanggan listrik berdaya 1.300 VA dan 2.200 VA akan berfluktuasi seperti halnya 10 golongan pelanggan yang sudah mengalami penyesuaian tarif pada Mei 2015 lalu.
Menyusul pemberlakuan penyesuaian untuk semua golongan pelanggan listrik tak bersubsidi, kini tarif golongan R-1 dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA berada di angka Rp 1.509,38 per kilowatt hour (kWh).
Jika dibandingkan dengan tarif sebelumnya di posisi Rp 1.352 per kWh, tarif dua golongan tersebut tercatat naik 11 persen.
Sedangkan secara umum, per Desember 2015 tarif listrik untuk 10 golongan tak bersubsidi pelanggan mengalami penurunan tipis dibanding bulan sebelumnya.
"Tegangan rendah turun Rp 17. Sementara bisnis besar, industri besar, kantor pemerintah yang besar, dan layanan khusus yang menengah, (tarifnya) berada di kisaran Rp 1.222 dan Rp 1.205 per kWh," imbuh Benny. (gen)