Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia Ladjiman Damanik menyatakan, hingga saat ini ada dua BUMN yang dianggap siap membeli saham Freeport Indonesia. Kedua BUMN itu adalah PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam.
"Sangat mungkin BUMN mengambil alih Freeport, apalagi sekarang. Kami jagokan PT Inalum dan Antam. Tapi memang Antam butuh modal untuk bangun smelter. Inalum bisa (membangun smelter) karena hutang mereka tidak ada," kata Ladjiman di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (5/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya dari sekarang disiapkan mulai bergerak. Jangan tiba-tiba diambil (sahamnya) kaget nanti," katanya.
"Pemerintah harus kita minta komitmennya untuk membeli (saham), bukan IPO (Initial Public Offering). Kalau IPO, kapan kita bisa ikut mengelola?" kata Marwan.
Pada akhir November lalu, Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kardaya Warnika juga menilai wacana divestasi 10,64 persen saham PT Freeport Indonesia melalui penawaran saham perdana (IPO) bertentangan dengan hukum.
Kendati sampai sekarang belum ada sinyal pemerintah mau mengambil alih saham Freeport, namun Kardaya yakin BUMN atau BUMD mau mengambil alih saham Freeport. Apalagi menurutnya, hal itu sejalan dengan UUD 1945 pasal 33. (gir)