Minat tersebut muncul dalam kunjungan kerja yang dilakukan oleh BKPM ke Singapura pada Jumat (4/12). Kunjungan itu terkait promosi investasi dengan UOB Bank dan melakukan pertemuan one on one meeting dengan 4 perusahan Singapura di sektor telekomunikasi, farmasi, real estat dan maritim.
“Perusahaan tertarik untuk membangun jaringan fiber optik di Surabaya dan Jakarta. Kantor perwakilan BKPM di Singapura yang melakukan identifikasi minat investasi ini, minat ini akan dikawal sehingga dapat segera direalisasikan,” ujar Kepala BKPM Franky Sibarani dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (5/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, investor di sektor telekomunikasi tersebut membentuk 2 perusahaan di Indonesia untuk menangani keseluruhan proyeknya. Ia menyatakan investor Singapura tersebut berasal dari perusahaan dengan pengalaman 20 tahun dalam investasi, konstruksi, operasi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.
Perusahaan itu, jelas Franky, juga telah memiliki aktifitas usaha di Kamboja dan Myanmar dimana perusahaan telah memiliki dan mengoperasikan infrastruktur telekomunikasi pasif di antaranya 8.600 kilometer jaringan fiber optic terpasang di Kamboja dan 5.000 kilometer jaringan fiber optic terpasang di Myanmar.
Ia menambahkan pihak BKPM juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki insentif investasi berupa Tax Holiday selama 15-20 tahun yang diberikan kepada investor yang memenuhi persyaratan tertentu.
Sepanjang Januari-September 2015, Singapura merupakan negara dengan peringkat teratas dengan nilai investasi mencapai US$ 3,5 miliar; kemudian disusul dengan Malaysia US$ 2,9 miliar, Jepang US$ 2,5 miliar, setelah itu Korea Selatan US$ 1,0 miliar dan Belanda US$ 0,9 miliar. (gir)