Selain itu, Bambang mengatakan kebutuhan untuk merealisasikan program pembangunan, pembiayaan juga dibutuhkan untuk menutup defisit anggaran, pembayaran utang negara yang jatuh tempo (refinacing) dan pembiayaan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dianggarkan untuk sejumlah perusahaan BUMN di tahun depan.
"Mengenai kebutuhan pembiayaan untuk 2016 tadi sudah disampaikan hitungan gross-nya sekitar Rp 605 triliun," ujar Bambang dalam acara Investor Gathering di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (7/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Demikian juga lelang yang secara rutin tidak akan menjadi lebih tajam dari sebelumnya," katanya.
Menurutnya, tingginya kepemilikan obligasi negara oleh asing rawan jika sewaktu-waktu investor luar negeri itu beramai-ramai menarik modalnya dari Indonesia.
"Tiga puluh tujuh persen ini relatif tinggi dibandingkan beberapa negara. Kedua, 37 persen ini sumber yang dianggap rawan kalau terjadi disreversal karena kepemilikan asing yang cukup besar," katanya.
Karenanya, Bambang mengatakan dominasi asing di pasar obligasi negara akan diupayakan diperkecil. Namun, bukan dengan cara yang memaksa melainkan tetap melalui mekanisme pasar.
"Kita harap ke depan peranan investor domestik makin besar. Sehingga kita tidak lagi khawatir dengan penambahan utang," katanya.
Dalam rangka menutup pembiayaan di awal tahun depan, pemerintah mempercepat penarikan pembiayaan (prefunding) dengan menerbitkan dua varian obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) atau global medium term notes (GMTN), dengan total penarikan sebesar US$ 3,5 miliar.
"Kemarin kita sudah keluarkan global bond US$ 3,5 miliar. Dalam kondisi market yang seperti itu sebenernya masih sangat bagus. Jjadi artinya itu akan menambah inflow (modal masuk) ke kita," ujarnya kepada tim CNNIndonesia.com di rumah dinasnya, Minggu (6/12).
"Kalau kita bisa menjaga indikator dan kebijakan ekonomi secara konsisten masih ada peluang untuk inflow, tapi yang perlu dipertegas inflow sekarang tidak akan semudah inflow dulu," tuturnya. (ags/gen)