“Pengujian biasanya sampai Rp2 juta per sampel pakan. Kalau satu merek pakan bisa sampai dua jutaan,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto di Kantor Pusat KKP, Jakarta, Selasa (8/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penggunaan berbagai bahan alternatif bisa mengurangi kebutuhan tepung ikan sebagai sumber protein yang sebagian masih harus diimpor. Namun demikian, pemerintah juga harus memastikan kualitas produksi pakan ikan mandiri sesuai dengan ketentuan agar ikan bisa tumbuh dengan optimal.
Selain itu, lanjut Slamet, bantuan untuk memperoleh registrasi pakan juga merupakan upaya KKP mengantisipasi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Dengan terpenuhinya standar dan kualitas tertentu diharapkan produk pakan ikan mandiri juga bisa bersaing dengan produk dari negara lain.
“Kalau pakan mandiri ter-standar, tidak menutup kemungkinan orang luar juga bisa memakai pakan mandiri ini,” kata Slamet.
Bantuan biaya pengujian di balai-balai pusat pengujian KKP bagi pakan mandiri berasal dari anggaran Direktorat Pakan KKP tahun depan yang mencapai Rp 120 miliar.
Lebih lanjut, untuk mempermudah produsen pakan ikan, KKP juga akan menyediakan fasilitas registrasi online. Selama ini, proses pendaftaran registrasi harus dilakukan dengan mengisi formulir dengan disertai dokumen terkait ke dinas perikanan di wilayah masing-masing. (ags)