Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan pembukaan blok baru ini dimaksudkan untuk mencapai produksi 35 ribu barel per hari dari blok-blok kelolaan Pertamina. Perusahaan juga berharap Pemerintah mau memfasilitasi keinginan ini dengan persuasi langsung ke Pemerintah Aljazair.
"Kita dorong pemerintah untuk memimpin kerjasama antara Pertamina dengan National Oil Company (NOC) Aljazair yaitu Sonatrach. Kita harap bisa dapet blok lagi, dan itu potensinya bisa menambah produksi sampai 35 ribu barel per hari," jelas Dwi di Jakarta, Kamis (10/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sudah menawarkan beberapa blok. Tapi kita belum tahu blok yang mana," ujarnya.
"Nanti juga rencananya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke sana untuk meninjau. Sementara dari komisaris kan meng-endorse untuk melakukan akuisisi di luar negeri karena produksi kita sangat minim. Kita harus banyak melakukan itu mumpung harga minyak masih rendah," jelasnya di lokasi yang sama.
Lebih lanjut, ia mengatakan kalau perusahaan juga telah menyiapkan dana untuk melakukan akusisi tersebut. Ia juga memastikan kalau kas perusahaan sanggup untuk menjalankan aksi korporasi ini dan belum membutuhkan sumber pendanaan eksternal lain.
"Jumlahnya uangnya sih ada, tapi kita belum mau sebut karena belum ada negosiasi. Kemarin Direktur Keuangan bilang kas kita cukup untuk akuisisi ini," tambahnya.
Sebagai informasi, kegiatan Pertamina di Aljazair dimulai sejak tahun 2013 lalu, dimana perusahaan mengakuisisi kepemilikan hak partisipasi ConocoPhillips Algeria Ltd, anak perusahaan ConocoPhilips, di Blok 405a, Aljazair dengan nilai Participating Interest (PI) sebesar 65 persen. Untuk memperoleh hak tersebut, Pertamina sampai harus merogoh kocek sebesar US$ 1,75 miliar.
Pertamina sendiri berharap bisa memroduksi minyak sebesar 160 ribu barel per hari dari aset-asetnya yang berada di Malaysia, Irak, dan Aljazair pada tahun 2019 mendatang. Sementara produksi minyak overseas Pertamina mengalami lonjakan dari Semester I tahun lalu yang sebesar 58,08 ribu barel minyak per hari (MBOPD) menjadi 75,09 MBOPD pada semester I tahun ini. (gir)