Direktur Komersial dan Teknologi INKA, Yunendar Aryo Handoko mengaku permintaan itu datang setelah para pengusaha menginginkan biaya logistik yang lebih murah untuk mengangkut hasil perkebunan dan pertambangan dari lokasi panen ke tempat pengolahan. Langkah tersebut menurutnya memang belum final, namun perusahaan akan serius menggarap hal tersebut.
"Nanti kita mau buat sistem transportasi terpadu dari kebun sampai ke pengolahannya. Kebetulan hal ini datang karena kemauan pasar, karena kalau tidak ada demand untuk apa kita lakukan research and development (R&D)," jelas Yunendar di Bandung, Jumat (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inka tidak mungkin bergerak sendirian, tentunya kita akan mencari mitra kerja. Namun karena kita juga belum tahu apakah nanti kami membuat kereta dengan rel atau kerrta gantung (cable way), jadi kita pun masih dalam tahap pengembangan," ujarnya.
"Tapi ini masih sebatas rencana, belum ada yang final. Kami juga belum mau membocorkan belanja modal untuk penembangan ini," jelasnya. (gir/gir)