Deputi Gubernur BI Ronald Waas mengatakan The Fed sudah cukup lama memberi sinyal atas kenaikan Fed Rate, dan ketika akhirnya diputuskan naik pada Desember ini, otoritas moneter Indonesia sudah memiliki persiapan.
Salah satunya, lanjut Ronald, dengan menahan suku bunga acuan atau BI rate agar portofolio keuangan dan investasi di Indonesia tetap menarik dan mencegah adanya aliran dana keluar (capital outflow) .
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun tidak bisa menebak terlalu jauh bagaimana reaksi pasar atas keputusan The Fed dini hari tadi. Menurutnya masih terlalu dini melihat sentimen yang ditimbulkan kenaikkan suku bunga yang mencapai 0,25-0,50 persen itu.
Risiko perlambatan ekonomi China dan Eropa diperkirakan akan tetap memberikan tekanan perekonomian di masa mendatang.
"Faktor-faktor yang menentukan ekonomi dunia selalu ada, selama ini kan karena ukuran ekonominya, Amerika dan China yang menentukan. Eropa juga menentukan," jelasnya. (gir)