Direktur Utama Antam, Tedy Badrujaman mengatakan perolehan fasilitas pembiayaan dari Maybank Indonesia dengan termin yang sangat baik dan didasarkan pada prinsip Syariah menunjukkan bahwa posisi Antam masih tetap solid di mata industri perbankan.
“Melalui fasilitas pembiayaan Syariah ini juga berarti Antam memiliki tambahan sumber pendanaan di luar jenis pinjaman yang sudah ada saat ini,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Perolehan pembiayaan tersebut juga menunjukkan dukungan positif dari perbankan kepada Antam di tengah kondisi industri pertambangan yang tengah menghadapi berbagai tantangan,” jelasnya.
Adapun fasilitas pembiayaan tersebut akan digunakan Antam untuk mendukung pendanaan Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomala (P3FP), yang berlokasi di Pomalaa, Sulawesi Tenggara serta untuk belanja modal and rencana ekspansi perseroan.
Perluasan pabrik di Pomalaa bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi feronikel dari 18.000-20.000 ton nikel dalam feronikel (TNi) menjadi 27.000-30.000 TNi. Selain itu, P3FP juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pabrik feronikel Pomala termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara berkekuatan 2x30MW.
“Dengan perolehan pendanaan dari Maybank Indonesia, maka seluruh pendanaan yang dibutuhkan untuk P3FP telah tercukupi. Sampai dengan akhir November 2015, EPC progress P3FP sudah mencapai 98,36 persen,” jelas Tedy.
Direktur Utama Maybank Indonesia, Taswin Zakaria mengatakan kemitraan strategis dengan Antam selaras dengan strategi Maybank Indonesia untuk mendukung Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis dan top tier client di Indonesia.
Ia menambahkan, keseluruhan dukungan yang diberikan perusahana pada akhirnya selaras dengan misi Maybank Indonesia dan Grup Maybank, yaitu humanizing financial services, khususnya untuk berada di tengah masyarakat, dengan memberikan layanan dan solusi terbaik kepada mitra bisnis. (gir)