Handy Yunianto, Kepala Riset Fixed Income PT Mandiri Sekuritas mengatakan dari berbagai instrumen SBN valas yang pernah diterbitkan, SBN berdenominasi dolar Amerika (global bond) dinilai menjadi yang paling menarik dibandingkan Samurai Bond, Euro Bond dan Sukuk Global.
"Kalau dari proporsi kebutuhan tahun depan masih mayoritas adalah global bond," ujar Handy kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saingan kita adalah Filipina, Turki. Namun kalau bicara credit risknya, Indonesia masih menjadi tujuan. Terbukti di Desember permintaan global bond kita masih cukup kuat," ujarnya.
Mandiri Sekuritas juga memprediksi imbal hasil (yield) SBN pada tahun depan berada pada kisaran 7,89 persen. Estimasi tersebut lebih rendah dari perkiraan yield pada akhir tahun ini sebesar 8,59 persen.
Handy mengatakan pada 2015 yield SBN bergerak relatif cepat dari waktu ke waktu. Sementara pada 2016 yield akan cenderung stabil dan menurun.
"Pada akhir 2016 diperkirakan yield akan berada dikisaran 7,89 persen, untuk SBN dengan tenor 10 tahun, turun dari tahun ini," ujar Handy.
Handy mengatakan penurunan ini didorong oleh peluang penurunan inflasi, BI Rate, rupiah dan credit debt swap (CDS). Handy melihat BI rate tahun depan akan turun sekitar 50 basis poin dan inflasi dikisaran 5 persen.
"Melihat obligasi ini sangat tergantung dari dua faktor ini inflasi dan BI Rate. Kalau BI Rate naik jangan beli obligasi, begitu juga inflasi," terangnya. (gen)