"Banyak investor minat dan sudah diseleksi mengerucut jadinya sembilan negara. Misalnya ada dari Arab Saudi, Kuwait, China," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja di Jakarta, kemarin.
Ia mengungkapkan seiring dengan banyaknya investor yang menyatakan minatnya, pemerintah telah menetapkan dua lokasi yang sementara akan menjadi area pembangunan kilang yaitu di Tuban, Jawa Timur dan Bontang di Kalimantan Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengizinkan calon investor untuk memilih sendiri satu dari empat skema pembangunan kilang yang telah dimasukkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Percepatan Pembangunan Kilang Pengolahan Minyak di Indonesia.
Menteri ESDM Sudirman Said menjelaskan empat skema pembangunan kilang yang bisa dipilih investor adalah:
Pertama, kilang pengolahan dapat dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sementara menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pelaksana proyek.
Kedua, kilang pengolahan dapat dibangun dengan skema kerjasama pemerintah dan swasta (KPS) atau Public Private Partnership (PPP).
Ketiga, kilang pengolahan bisa dibangun dengan skema BUMN dengan swasta.
Keempat, kilang pengolahan juga dapat dibangun oleh swasta yang dananya diambil murni dari kas perusahaan.
"Sebagai jaminan bagi swasta, PT Pertamina (Persero) yang memegang wilayah distribusi paling besar akan menjadi offtaker," tambahnya. (gen)