Analis PT Niaga Berjangka Lukman Leong berpendapat bahwa sepanjang 2016 ini dolar Amerika cenderung menguat dikarenakan beberapa isu penting.
"Pada awal 2016 ini nampaknya Amerika akan kembali menjadi sorotan global, karena dolar akan cenderung mengalami penguatan menyusul pelemahan harga komoditas dperkirakan masih berlanjut," kata Lukman seperti dikutip dari kantor berita Antara, Senin (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa dolar Amerika mempertahankan penguatannya terhadap mayoritas mata uang utama dunia pada sesi perdagangan awal 2016 menyusul adanya perbedaan kebijakan moneter bank sentral di negara maju.
"Indeks dolar menguat seiring langkah bank sentral Amerika akan kembali menaikkan suku bunganya pada 2016 ini, sementara itu bank sentral Eropa (ECB) dan bank sentral Jepang (BOJ) bertahan dengan skema kebijakan moneter yang longgar dan bahkan diperkirakan akan melonggarkan lebih lanjut," ujar Ariston. (gen)