Pasalnya, analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan pada perdagangan kemarin bursa Asia juga diketahui melanjutkan pelemahan. Hal ini disebabkan adanya intervensi bank sentral China yang memangkas nilai mata uang yuan.
"Intervensi terhadap mata uang yuan memperparah kekawatiran investor terhadap pertumbuhan ekonomi terbesar kedua tersebut sehingga aksi jual sudah tak terbendung sejak awal sesi perdagangan hingga terjadi pemberhentian atau suspend di level minus 7 persen,” jelas Lanjar dalam ulasannya, Jumat (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Investor cenderung memperhatikan sentimen luar terutama di Asia setelah bank dunia kembali memangkas pertumbuhan ekonomi dunia di angka 2,9 persen dari 3,3 persen,” katanya.
“Sehingga peluang pembalikan arah di akhir pekan cukup tipis dibandingkan peluang melanjutkan pelemahan. Diperkirakan IHSG bergerak mixed terkonsolidasi mencoba menguat di akhir pekan dengan kisaran level 4.515-4.580,” ungkapnya.
Namun dalam perdagangan hari ini, ia menilai secara teknis IHSG berpeluang mengalami penguatan. Pasalnya, titik jenuh jual mulai tercapai dan tekanan pelemahan mulai mengendur.
“Diperdagangkan pada titik 4,0 oversold stochastic dengan meeting line bullish candle. Mencerminkan bahwa tekanan pelemahan mulai mereda dan IHSG berpeluang untuk melakukan swing positif serta bergerak dalam rentang 4.525-4.625,” katanya. (dim/dim)