"Sentimen eksternal seperti bank sentral Amerika (The Fed) yang akan kembali menaikan suku bunganya secara gradual, kemudian gejolak ekonomi China ditambah pengaruh geopolitik di Timur Tengah tentu ada pengaruh. Namun kita lihat lagi dari internal, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang positif," ujar Presiden Direktur Phintraco Securities Jeffrey Hendrik, Jumat (8/1).
Jeffrey mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia yang membaik dapat dilihat dari optimisme pemerintah yang akan mempercepat penyerapan belanja modal tahun anggaran 2016. Di mana upaya ini dilakukan dalam rangka pembangunan infrastruktur serta adanya harapan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna mencapai target itu, manajemen Phintraco Securities pun akan membuka tiga hingga empat kantor cabang baru di wilayah Indonesia Timur serta pembukaan sekitar 10 galeri investasi di beberapa perguruan tinggi.
Saat ini, Phintraco Securities memiliki tujuh kantor cabang salah satunya di Kota Jayapura, Papua. Ia menilai bahwa wilayah di Sulawesi dan Kalimantan menyimpan potensi calon investor ritel yang cukup besar.
"Kami mencermati arah pembangunan pemerintah, daerah Sulawesi dan Kalimantan berpotensi besar. Sudah ada investor yang dibidik juga," tuturnya.
Sementara untuk jumlah galeri investasi, Phintraco Securities telah membuka sebanyak 28 galeri investasi yang tersebar di perguruan tinggi, empat di antaranya di Jayapura. Dari 28 galeri investasi itu, Phintraco menjaring lebih dari 8 ribu investor baru.
"Diharapkan dengan penambahan jumlah investor, nilai transaksi kita meningkat sekitar 20-25 persen, saat ini rata-rata transaksi sekitar Rp10 miliar-Rp15 miliar per hari," paparnya (dim/gen)