Menurutnya, upaya tersebut hanya bisa dilakukan jika pemerintah membuat perubahan besar dalam proses penerbitan izin investasi penangkapan maupun pembudidayaan ikan.
“Kami akan membuka perubahan baru dengan lebih transparan dan win-win solution untuk para pebisnis. Kami akan memangkas peraturan-peraturan yang tidak diperlukan yang membuat lingkungan bisnis tidak terlalu bersahabat dengan investor,” ujar Susi di kantornya, Senin (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami sedang membangun perekonomian dengan memprioritaskan hal-hal yang berhubungan kelautan dan perikanan seperti, seafood, bisnis perikanan, shipping, dan hal lain yang berhubungan dengan Indonesia,” kata Susi.
Pemilik PT ASI Pudjiastuti Aviation alias Susi Air itu menilai, keberhasilan pemerintah memerangi praktik pencurian ikan secara ilegal yang banyak dilakukan pemilik kapal asing menjadi modal utama dalam menarik investasi.
“Kami membukatikan bahwa sektor kelautan telah mencapai pertumbuhan yang pesat dari rata-rata 6 persen menjadi 8,7 persen tanpa adanya investasi. Tahun ini kami ingin 80 persen dari anggaran kami yaitu sekitar US$1,2 miliar, sebesar 80 persennya dipakai untuk belanja investasi. Untuk mendukung pertumbuhan sektor perikanan dan mendulang keuntungan dari memerangi illegal fishing,” paparnya. (gen)