Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan sebelumnya BI memberikan sinyal untuk menurunkan BI rate. Pasalnya, akhir tahun lalu BI telah menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) primer dalam rupiah, dari 8 persen menjadi 7,5 persen, yang berlaku efektif per 1 Desember 2015.
“Saya mengharapkan, kalau dari pelaku bisnis, bahwa sebenarnya ada room dari BI untuk menurunkan BI-rate itu. Berapa besarnya? Ya paling tidak sekitar 25 basis poin,” tutur di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Selasa (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita sudah melihat angka inflasi kita tahun 2015 ini dan diperkirakan di 2016 ini tingkat inflasi sepertinya tidak terlalu tinggi,” Achmad.
“Tender-tender mulai dilaksanakan pada awal tahun. Biasanya itu mulai di triwulan kedua,” ujarnya.
“Kalau suku bunga dananya turun kita berharap suku bunga kreditnya mengalami penurunan,” kata Achmad.
Sebagai informasi, BI-rate terakhir kali diturunkan otoritas moneter pada Februari tahun lalu dari 7,75 persen menjadi 7,5 persen. BI memutuskan menahan BI-rate di level 7,5 persen pada RDG 17 Desember 2015 untuk mengantisipasi ketidakpastian pasar global. Level BI-rate Januari baru akan diumumkan sebagai hasil RDG BI Januari yang rencananya akan diselenggarakan pada 13-14 Januari 2016 mendatang. (gir)