"2016 ini kami optimistis bahwa kondisi perekonomian akan jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi perekonomian 2015,” kata Direktur Utama BNI Achmad Baiquni usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Selasa (12/11).
Achmad mengungkapkan proyeksi pertumbuhan kredit tahun ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan kredit industri tahun ini yang ada di kisaran 13-15 persen. Namun demikian, kualitas kredit yang disalurkan BNI akan tetap dijaga dengan menurunkan rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) dari posisinya saat ini di level 2,7 – 2,8 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, rasio utang terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) ditargetkan ada di kisaran 85-90 persen. Hal itu membuat proyeksi perseroan terhadap pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar 14-16 persen dengan memfokuskan pada perolehan dana murah (current account saving account/ casa).
Genjot Penjualan Produk dengan Anak Usaha
Tahun ini, lanjut Achmad, perseroan akan meningkatkan sinergi antara BNI dengan anak usaha BNI diantaranya BNI Syariah, BNI Life, BNI Multifinance, dan BNI Asset Management. Hal itu menjadi strategi utama perseroan untuk mengamankan target bisnis tahun ini.
“Selama ini, walaupun sudah ada sinergi tapi sepertinya belum optimal,” ujarnya.
“Melalui cross selling antara anak perusahaan dengan BNI kita berharap bisnis dari anak usaha, BNI Life yang produknya asuransi jiwa, preminya akan mengalami kenaikan dan bagi BNI sendiri dengan naiknya premi BNI Life kita akan mengalami kenaikan fee based income (pendapatan berbasis biaya),” ujarnya.