Jika tidak, perbankan nasional akan bersaing ketat dengan bank-bank Asean yang memiliki sumber pendanaan lebih kuat.
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Irwan Lubis mengatakan perbankan nasional masih memiliki tantangan berat yakni berupa tingginya suku bunga kredit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suku bunga kredit kita dua kali lebih besar, apalagi suku bunga mikro," ucap Irwan di Jakarta, Rabu (13/1).
Dari deposito 60 persen tersebut diketahui total nilainya mencapai Rp2.700 triliun dan 64 persen penyebarannya dipegang oleh kurang lebih hanya 50 ribu rekening.
Dari sisi aset, perbankan nasional masih mencatatkan kinerja baik dengan pertumbuhan 2,23 persen dan tingkat efisiensi 81,62 persen. Bank-bank Indonesia, diakui Irwan, masih mampu menjaga ketahanan dengan baik meski pertumbuhannya moderat karena terjadi pelemahan kondisi ekonomi eksternal maupun internal.
"Dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 90 persen, ini ada sesuatu yang harus direspons dengan kondisi yang tepat. Kalau tidak bisa menjamin pendanaan dengan baik jangan harap pertumbuhan kredit bisa tinggi. Di 2015 saja targetnya mau tumbuh 16 persen, tapi 13 persen saja tidak tercapai," katanya. (gen)