Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro menyebut konsorsium BUMN pertambangan yaitu PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Bukit Asam Tbk (BA), PT Timah Tbk, dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) tinggal menunggu instruksi tersebut datang dari pemerintah.
“Namun sampai saat ini Kementerian belum mendapat terusan surat penawaran. Sebaliknya Kementerian BUMN sudah mengirim
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Barangkali kami harus bicara dulu dengan Pemda dan Menteri Keuangan untuk ini. Tapi yang jelas kami siap.” ujarnya.
“Dari Bank BUMN, salah satu sudah menunjukkan interest untuk membantu pendanaan,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menyatakan Freeport telah menawarkan saham sesuai ketentuan di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 tahun 2014 yaitu 10,64 persen. Disebutkannya, sesuai valuasi yang dilakukan oleh Freeport, total nilai valuasi saham yang dimiliki Freeport mencapai US$ 16,2 miliar. Dengan demikian, harga penawaran Freeport untuk 10,64 persen saham sekitar US$ 1,7 miliar. (gen)