Dari kegiatan yang dilangsungkan selama tiga hari tersebut, jajaran BKPM bakal menggugah perusahaan-perusahaan di bidang ketenagalistrikan, industri baja, dan galangan kapal yang berada di kawasan Shanghai dan Suzhou.
"Tim marketing officer investasi BKPM untuk China telah berkoordinasi dengan KJRI Shanghai dan Indonesia Chamber of Commerce (INACHAM) dam mengidentifikasi perusahaan yang menunjukkan minat investasinya ke Indonesia. One-on-one meeting yang diselenggarakan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi dari minat tersebut,” ujar Franky dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (15/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, hingga akhir Desember 2015 jumlah pengajuan izin prinsip yang disodorkan investor China ke meja BKPM telah menembus angka Rp 277 triliun. Ada pun jumlah tersebut merupakan yang terbesar, melebihi Singapura dan Jepang yang masing-masing berada di kisaran Rp 203 triliun dan Rp 100 triliun.
Sedangkan untuk realisasi pertumbuhan investasi China di Indonesia tahun ini, jajaran BKPM mengaku telah memasang target pertumbuhan di 14,4 persen dari target tahun 2015 atau mencapai Rp 594,8 triliun.
Dengan adaya dua realisasi investasinya ini, sejatinya angka Penanaman Modal Asing (PMA) akan mencapaio Rp 386,4 triliun, naik 12,6 persen dibandingkan target PMA tahun lalu. Serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang ditargetkan bisa mencapai Rp 208,4 triliun naik 18,4 persen dari target PMDN tahun lalu.
Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja di 2016, BKPM optmisitis mampu mengurangi 2 juta tenaga kerja.
"China merupakan salah satu negara prioritas BKPM pada tahun 2015 bersama Singapura, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Australia,Taiwan, Timur Tengah, Malaysia dan Inggris. Selain 10 negara prioritas tersebut pada tahun 2016, BKPM akan menambahkan sembilan negara sebagai prioritas pemasaran investasi di antaranya Hong Kong, India, Thailand, Vietnam, Jerman, Belanda, Italia, Kanada dan Rusia," tandas Franky. (dim/gen)