Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Rinaldy mengatakan pihaknya meyakini paket ekonomi pemerintah tersebut membidik momentum pertumbuhan dan pada saat yang sama mengelola tekanan inflasi melalui perbaikan logistik.
“Pengembangan pemerintah pada infrastruktur listrik dan efisiensi beban logistik adalah beberapa dari faktor kunci untuk menjaga iklim investasi yang sehat,” ujarnya dalam riset, Kamis (28/1)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Meskipun demikian, implementasi dari paket tersebut harus dicermati ke depannya. Di samping impor sapi, pembangunan infrastruktur listrik dan usaha untuk menurunkan beban logistik akan membutuhkan waktu sehingga berdampak pada ekonomi,” katanya.
Untuk melakukan itu, pemerintah akan menerbitkan peraturan yang mendukung akuisisi lahan untuk bangunan transmisi dan kecenderungan untuk menyuntik tambahan modal pemerintah ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Pada daging sapi, pemerintah akan membolehkan impor sapi dari beberapa negara yang lebih luas cakupannya untuk menutup kekurangan dan selisih dari permintaan 674.700 ton dan suplai 439.500 ton.
Sebagai tambahan, pemerintah akan menyinergikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) dan mendorong penggunaan rupiah di aktivitas transportasi dan pergudangan. (gir)