Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengungkapkan saat ini sudah ada tiga investor swasta yang menyatakan minatnya terhadap perusahaan yang terlah beroperasi sejak tahun 1962 itu.
"Ada dua dari domestik dan satu dari asing," ungkap Aloysius di Jakarta, Kamis (28/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dinyatakan bangkrut tahun 2014 lalu, Merpati diketahui memiliki kondisi keuangan dengan ekuitas minus Rp 5,3 triliun.
Namun penawaran saham Merpati Airlines diprediksi akan menghalami hambatan. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengungkapkan menurut ketentuan asas Undang-Undang Penerbangan kepemilikan saham investor asing dibatasi hanya 49 persen saja.
"Jawabannya tidak boleh, karena UU penerbangan ada asas cabotage, asing hanya boleh sampai 49 persen. Titik," tegas Jonan.
Seperti diketahui, pemerintah kembali berencana melepas kepemilikan saham di empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tengah sekarat tahun ini. Keempat perusahaan tersebut yakni PT Merpati Nusantara Airlines, PT Kertas Leces, PT Kertas Kraft Aceh (KKA), dan PT Iglas yang bergerak di bidang pembuatan gelas kemas dan botol.
Pelepasan saham akan dilakukan dengan skema menjual sebagian saham pemerintah kepaa investor swasta baik domestik maupun asing (privatisasi). Rencana tersebut saat ini tengah menjadi pembahasan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (gir/gen)