Pelepasan saham akan dilakukan dengan skema menjual sebagian saham pemerintah kepaa investor swasta baik domestik maupun asing (privatisasi). Rencana tersebut saat ini tengah menjadi pembahasan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro menjelaskan, meski belum sepakat dalam rapat koordinasi yang dihadiri tiga menteri ekonomi itu mengarah kepada pemberian kesempatan investor swasta untuk memiliki saham di empat perusahaan BUMN yang telah berhenti total operasinya itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prinsipnya agar lebih dipahami, isunya ya kita harus mengundang investor. Jadi dia harus dihidupkan dengan mengundang investor strategis, oleh karena itu yang dilakukan adalah strategic sale. Itupun harus diselesaikan disini, approve dari regulator, keuangan, dan dikomandani oleh Menko," jelas Aloysius usai mengikuti rapat koordinasi, Kamis (28/1).
"Mereka (keempat perusahaa) tidak mungkin masuk bursa, kami sih kalau perlu semuanya diprivatisasi seperti yang Menteri BUMN bilang," jelas Aloysius.
Untuk memuluskan rencana tersebut, pemerintah akan membentuk Komite Privatisasi yang diperkirakan akan terbentuk awal Februari. Setelah itu langkah selanjutnya pemerintah akan mengajukan rencana privatisasi tersebut kepada anggota DPR guna mendapat restu. Ditargetkan tahun ini, keempat BUMN tersebut sudah bisa mulai ditawarkan kepada investor.
"Tergantung pembahasan di DPR. Begitu selesai kita langsung kick off tender. Kalau misalnya minggu depan selesai, maka kita usulkan di Februari," jelasnya. (gen)