Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) IGN Wiratmaja mengatakan, saat ini pemerintah tengah mematangkan pemberian insentif berupa pembebasan pembayaran pajak penghasilan atau yang dikenal tax holiday.
"Dari sisi produksi, ini terkait dengan Kementerian Keuangan. Yang paling menolong adalah tax holiday dan Kami sudah bicara dengan CEO KKKS (kontaktor kontrak kerjasama) supaya PHK (pemutusan hubungan kerja) tidak terjadi besar besaran," ujar Wiratmaja dalam paparannya di hadapan Komisi VII DPR, Senin (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah, kata dia, bahkan akan menghitung ulang besaran porsi bagi hasil (equity to be split) dalam kontrak-kontrak yang sudah diteken bersama KKKS dalam rangka memberikan sedikit 'angin segar' di tengah fenomena pelemahan harga minyak mentah dunia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) menyatakan akan terus mengoptimalkan upaya efisiensi dalam rangka mengurangi beban operasional perseroan.
"Di aspek upstream kami bisa menurunkan cost dan langkahnya pertama adalah cutting cost 30 persen. Kami sedang mencari potensinya. Sampai dengan akhir jumat ini, kami berhasil menemui indikasi sebesar 23 persen," tambah Dwi.
"Dapat kami sampaikan situasi penurunan harga minyak dunia ini ternyata begitu sangat mengkhawatirkan di mana pengusaha minyak dunia sudah ada PHK secara internasional. Ada 125 ribu pekerja internasional," kata Zikrullah. (gir/gen)