“Kami sudah kehabisan lahan untuk bekerja karena belum ada lahan baru yang dibebaskan. Karenanya, alat-alat berat kami nganggur," kata Marsudi, Kepala Proyek Tol Trans Sumatera dari Waskita Karya, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (2/2).
Manajer Teknik Waskita Karya Marsesa Edward menyebut pembebasan lahan sangat mendesak untuk segera diselesaikan. Ia menyebut lahan sepanjang 5 km yang sudah dibebaskan, telah seluruhnya di cor oleh Waskita. Namun pekerja Waskita tidak bisa memperpanjang pengecoran akibat pembebasan lahan berikutnya belum selesai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sementara akses masuk ke simpang susun sudah lean concrete atau selesai pengecoran bagian tengah badan jalan sepanjang 1,1 km,” katanya.
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dicanangkan Presiden Joko Widodo pada akhir April lalu di Desa Sabahbalau. Pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar-Palembang Sumsel sepanjang sekitar 400 km ditargetkan selesai pada Juni 2018 atau sebelum Asian Games 2018 berlangsung.
Kontraktor yang melakukan pembangunan tol di ruas Bakauheni-Terbanggi Besar adalah PT PP Tbk, Waskita Karya, PT Adhi Karya Tbk dan PT Wijaya Karya Tbk.
Namun, baru PP dan Waskita Karya yang sudah mulai melakukan pembangunan Tol Trans Sumatera, sedang Adhi Karya dan Wika masih terkendala lahan yang juga belum tuntas dibebaskan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menjanjikan pembebasan lahan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar Lampung sepanjang 140 kilometer akan selesai pada 2016. (gen)