Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menegaskan, perusahaan setrum pelat merah tersebut dipastikan hanya akan menggarap pembangkit listrik sebesar 5 ribu MW atau di bawah ekspetasi manajemen PLN yang menginginkan bisa menggarap pembangkit dengan kapasitas total 10 ribu MW.
"Tidak mungkin PLN maksa pemerintah dong. PLN sudah diberi tugas 5 ribu MW selebihnya fokus pada transmisi dan distribusi. 30 ribu lebih (diberikan) kepada IPP," ujar Sudirman saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Sudirman mengatakan bahwa pengurangan jatah dari 10 ribu MW menjadi 5 ribu MW untuk PLN dimaksudkan guna meringankan beban keuangan PLN dalam menyediakan modal pembangunan pembangkit listrik.
"RUPTL sedang difinalisasi," imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Manajer Senior Hubungan Masyarakat PLN Agung Murdifi mengungkapkan bahwa sampai saat ini RUPTL belum diteken oleh pihaknya dan pemerintah.
"Sedang Kami pelajari. Yang saya tahu RUPTL belum diteken dan masih akan dibahas bersama," tambah Agung singkat. (gir/gen)