"Kami belum mendapatkan laporan langsung karena memang belum ada informasi resmi dari pihak perusahaan. Tapi kami memang mendengar isu tersebut," jelas Kepala BKPM Franky Sibarani di Jakarta, Rabu (3/2).
Ia menambahkan, salah satu dari produsen elektronik tersebut mengaku ada yang tidak kuat berkompetisi dengan pabrikan China dari sisi harga. Namun, ia mengatakan kalau pabrikan itu akan melakukan diversifikasi jenis produksinya di Indonesia demi menyikapi hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Franky mengatakan memang sudah seharusnya seluruh investor melaporkan penutupan investasinya ke BKPM karena ada laporan berkala setiap periodenya. Di samping itu, Franky yakin hal tersebut tak akan berdampak negatif bagi minat investasi perusahaan elektronik lainnya.
PHK 2.500 Pekerja
Sebelumnya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menjelaskan Toshiba dan Panasonic telah menutup tiga pabrik yang berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak lebih dari 2.500 karyawan. Said mengungkapkan, Toshiba telah menutup pabrik televisi di Kawasan Industri Cikarang, Jawa Barat dengan jumlah karyawan sebanyak 900 orang.
"Pabrik di Pasuruan mempekerjakan lebih dari 600 orang dan sudah di PHK. Sedangkan pabrik yang di Bekasi PHK hampir 1.000 lebih karyawan," ucap Said.
Sebagai informasi, data BKPM menunjukkan minat investasi logam dasar, barang logam, alat elektronik sebesar Rp59,65 triliun. Angka itu mengambil porsi 28,74 persen dari total minat investasi Rp206 triliun sepanjang bulan Januari kemarin.
Data BKPM menunjukkan adanya realisasi investasi logam dasar, barang logam, mesin dan alat elektronik sebesar Rp46,59 triliun. Angka tersebut mengambil porsi 8,54 persen dari realisasi investasi 2015 sebesar Rp545,4 triliun. (gen)