Hanif mengatakan pemanggilan tersebut ditindaklanjuti dengan verifikasi data jumlah tenaga kerja yang terpaksa harus dipangkas perusahaan dengan alasan efisiensi.
"Ini sedang diverifikasi, kita periksa semuanya, dicek perusahaan-perusahaannya terkait juga sudah dipanggil, yang di daerah-daerah juga sedang dikonfirmasi, dan diverifikasi semuanya," ujar Hanif ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya lagi diverifikasi termasuk Chevron dan Ford. Ford itu katanya akan ada sekitar 44 dealer yang tutup, itu kan tanggungjawab pekerjaannya di dealer masing- masing jadi nanti kita pastikan rencana PHK mereka itu seperti apa," jelasnya
"Pada prinsipnya Kita berharap jangan sampai ada PHK, cari solusi terbaik. Tetapi kejelasannya, kita tunggu hasil verifikasi yang dilakukan," ujar Hanif.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan sejumlah insentif dalam rangka menjaga performa industri minyak dan gas bumi nasional menyusul kejatuhan harga minyak.
"Dari sisi produksi, ini terkait dengan Kementerian Keuangan. Yang paling menolong adalah tax holiday dan kami sudah bicara dengan CEO KKKS (kontaktor kontrak kerjasama) supaya PHK (pemutusan hubungan kerja) tidak terjadi besar besaran," ujar Wiratmaja dalam paparannya di hadapan Komisi VII DPR, Senin (2/1). (gir/gen)