Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto mengatakan perkembangan pasar global tadi malam bervariasi. Indeks Eurostoxx di kawasan Euro kemarin terkoreksi 1,87 persen di 2.836,63. Sedangkan di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 1,13 persen dan 0,50 persen di 16.336,66 dan 1.912,53.
“Kenaikan terutama dipicu harga minyak mentah yang berhasil rebound hingga 9,40 persen di US$32,69 per barel menyusul anjloknya dolar AS hingga 1,7 persen terhadap Euro di US$1,1107 dan melemah terhadap Yen Jepang di 117,81 yen per dolar AS,” jelasnya dalam riset, Kamis (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ini mengindikasikan industri jasa di AS mengalami perlambatan pertumbuhan,” katanya.
“Pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya juga bisa berdampak pada penguatan rupiah. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.540 hingga 4.620 cenderung menguat,” katanya.
Sementara itu Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan pada perdagangan Kamis (4/2) IHSG memiliki level support 4.535 – 4.544 dan resisten 4.621 – 4.632. Menurutnya laju IHSG gagal bertahan di atas area target support 4.550-4.576 dan juga belum mendekati target resisten kami di 4.637-4.644.
“Potensi pelemahan secara tren memang masih ada. Namun kami harapkan volume beli tersebut dapat meningkat sehingga dapat mematahkan tren pelemahan yang akan dibentuk. Meski demikian, tetap cermati sentimen yang ada,” katanya. (gir)