Kepala BPS Suryamin mengatakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada Desember lalu meningkatkan pertumbuhan ekonomi lewat konsumsi lembaga non-profit rumah tangga (LNPRT). Tercatat, pertumbuhan kosumsi LNPRT sebesar 8,32 persen secara yoy dan 2,75 persen secara kuartalan (quarter to quarter/q-to-q).
"Pilkada serentak ini membuat LNPRT seperti partai politik dan organisasi masyarakat (ormas) menggelontorkan uang untuk kampanye dan menghidupkan sektor lain seperti percetakan, barang konsumsi, dan lainnya. Pilkada serentak ternyata mampu menggengjot pertumbuhan ekonomi," jelas Suryamin di Jakarta, Jumat (5/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belanja Pemerintah
"Memang konsumsi masyarakat di akhir tahun itu melonjak, banyak libur panjang. Selain itu, bisa juga disebabkan karena penggelontoran anggaran untuk tunjangan dan bonus karyawan banyak dilakukan di akhir tahun," terangnya.
Di samping itu, ia juga menitikberatkan pada pengeluaran pemerintah yang bertumbuh 41,3 persen secara q-to-q dan berkontribusi sebesar 13,53 persen terhadap PDB di kuartal IV 2015. Melonjaknya pertumbuhan ini secara kuartalan, terangnya, adalah indikasi bahwa pemerintah masih sering melakukan penyerapan anggaran di akhir tahun.
Jika pengeluaran pemerintah seperti demikian terus dijalankan, Suryamin yakin porsi PMTB terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2016 akan meningkat. Terlebih, Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan percepatan penyerapan anggaran.
"Kalau belanja pemerintah terus digenjot, PMTB meningkat, artinya pertumbuhan ekonomi kita bisa semakin berkualitas," tuturnya.
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2015 adalah yang tertinggi dibanding kuartal-kuartal sebelumnya dengan nilai masing-masing 4,73 persen, 4,66 persen, dan 4,74 persen. Namun, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2015 ini menurun dibandingkan tahun 2014 sebesar 5,02 yoy terhadap kuartal IV 2013. (gen)