Rasa takut yang mengalahkan keserakahan berjalan seiring imbal hasil treasury AS jangka panjang yang mencapai posisi terendah satu tahun karena harga obligasi naik. Sementara nilai tukar yen melonjak ke posisi puncak dalam 15 bulan, diikuti emas yang menanjak ke level tertinggi sejak Juni.
Lonjakan yen menumpuk tekanan pada Jepang Nikkei N225 yang tenggelam 3,4 persen. Adapun indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,8 persen, dan akan lebih rendah jika saja tidak ada liburan di beberapa bursa utamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal-hal tersebut meningkatkan taruhan kesaksian Ketua Federal Reserve, Janet Yellen pada hari Kamis mendatang.
Wall Street masih berkubang darah. Indeks Dow Jones DJI melemah 1,1 persen, sedangkan S&P 500 turun 1,42 persen dan Nasdaq .IXIC anjlok 1,82 persen.
Pelemahan dimulai di Eropa dimana indeks FTSEurofirst 300 FTEU3 turun 3,4 persen ke level terendah sejak akhir 2013, dipimpin oleh amblasnya sektor perbankan hingga 6 persen.
Saham Deutsche Bank (DBKGn.DE) tenggelam 9,5 persen karena kekhawatiran tentang kemampuannya untuk mempertahankan pembayaran obligasi. Pada Senin lalu, bank Jerman ini mengatakan memiliki "cukup" cadangan untuk melakukan pembayaran tahun ini kepada AT1 sekuritas.
Biaya mengasuransikan utang bank terhadap gagal bayar juga naik ke level tertinggi sejak akhir 2013. Biaya pinjaman di Spanyol, Portugal dan Italia melonjak karena investor menuntut premi risiko yang tinggi.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 0,52 persen ke level 4.773 dalam pra pembukaan hari ini, dari level penutupan 4.798 pada Jumat lalu. Bahkan IHSG sempat terjun hingga 1,25 persen ke level 4.738 pada pukul 9.00 WIB.
“IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.750 hingga 4.810 rawan koreksi,” ungkapnya. (gir)