Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan masuknya kembali aset-aset milik warga negara Indonesia (WNI) yang selama ini parkir di luar negeri, tidak semuanya akan ditempatkan di bank.
“Tetapi akan ditempatkan juga di pasar modal, salah satunya melalui produk reksadana. Jadi saya yakin investasi reksadana akan bagus tahun ini,” kata Tito seperti dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dana yang di reksadana pasti dibelikan saham dan obligasi sebagai aset dasarnya," ujar Tito.
Dorong Belanja Pemerintah
Selain memberi dampak positif bagi pasar modal, obligasi, dan reksadana, Tito meyakini kebijakan pengampunan pajak akan mampu mendorong percepatan belanja pemerintah di bidang infrastruktur. Sebab, pemerintah dipastikan akan mengantongi penerimaan pajak yang besar dari kebijakan tersebut.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro memastikan pemerintah segera menyerahkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak melalui penerbitan Amanat Presiden (Ampres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bambang menargetkan UU Pengampunan Pajak bisa terbit paling lambat semester I 2016. (gen)