Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansjah mengatakan pada tahun 2015, perseroan berhasil membukukan pendapatan tol dan usaha lainnya sebesar Rp7,63 triliun, tumbuh 5,6 persen dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp7,22 triliun.
“Pertumbuhan pendapatan tersebut merupakan kontribusi dari pendapatan tol sebesar Rp7,12 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp509,65 miliar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (12/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Di sisi lain, EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) tumbuh sebesar 6,9 persen, dari Rp4 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp4,28 triliun pada tahun 2015, seiring dengan aktivitas investasi yang dilakukan oleh perseroan,” ungkapnya.
“Perseroan juga akan mengoperasikan ruas baru sepanjang 71 km di tahun ini, yaitu Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi Krian-Mojokerto (18,47 km), Jalan Tol Semarang-Solo Seksi Bawen-Salatiga (17,50 km) dan Jalan Tol Solo-Ngawi Seksi Kartasuro-Sragen (35,5 km),” tambah Reynaldi.
Pengoperasian ruas-ruas baru tersebut dan ruas lainnya yang sudah beroperasi akan menghasilkan Pendapatan Tol dan Usaha Lainnya sebesar Rp8,6 triliun di tahun 2016. Saat ini, Perseroan juga mengikuti tender Jalan Tol Semarang-Batang, Jalan Tol Pandaan-Malang, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dan Jalan Tol Manado-Bitung.
“Pada tahun 2016, perseroan menargetkan kepemilikan aset sebesar Rp48,94 triliun meningkat 33,3 persen dari tahun 2015. Pertumbuhan ini ditopang oleh capex atau investasi sebesar Rp13,8 triliun,” jelasnya. (gir)