Ketua HKI Sanny Iskandar mengatakan telah mengimbau para pengembang yang berada di bawah naungan asosiasinya untuk tidak menaikkan tarif sewa. Sebab kalau tarif sewa lahan naik terus menerus, hal tersebut menjadi disinsentif bagi calon tenant untuk berinvestasi di kawasan industri.
"Kalau bisa, kami harap harga lahan bisa bertahan seperti tahun lalu demi menggairahkan perekonomian. Kita kan harus lihat respon dari market juga," jelas Sanny kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, Selasa (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, lemahnya penjualan ini kemungkinan disebabkan oleh kelanjutan perlambatan ekonomi yang dialami pada tahun lalu. Padahal menurutnya, kondisi-kondisi lain sudah terbilang kondusif.
Membaik Mulai Kuartal II
Kendati demikian, ia yakin penjualan lahan industri di kuartal-kuartal berikutnya bisa lebih baik seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi dan adanya banjir insentif kawasan industri melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2015 tentang Kawasan Industri yang diterbitkan akhir 2015. Menurut Sanny, dampak peraturan tersebut mungkin akan terasa di paruh kedua di tahun ini.
Target akhir tahun tersebut diharapkan bisa memperbaiki kinerja penjualan lahan industri yang terus menurun dari tahun ke tahun. HKI mencatat, penjualan pada 2011 sempat mencapai 1.200 hektare lalu menurun pada tahun berikutnya dengan angka 850 hektare. Penjualan itu kemudian berkurang lagi menjadi 650 hektare pada 2013 dan sebesar 450 hektare di 2014.
Saat ini, HKI menaungi 70 kawasan industri yang tersebar di 13 provinsi. Total luas kawasan industri yang dikelola HKI seluas 44.482 hektare dengan realisasi pembangunan seluas 11.929 hektare, atau 26,81 persen dari total lahan yang telah dibuka dengan jumlah tenant sebanyak 9.198 tenant.
Dari sisi harga, Colliers International mencatat rata-rata harga lahan industri tertinggi di kawasan Jakarta dan sekitarnya pada tahun lalu berada di Bekasi dengan harga US$254,10 per meter persegi. Sementara itu, rata-rata harga lahan industri terendah ada di Serang dengan nilai US$138 per meter persegi. (gen)