Jika tak ada halangan, peletakan batu pertama atau ground breaking proyek yang diklaim menelan investasi US$2,1 miliar itu akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2016.
"Ground breaking rencananya di mid (pertengahan) 2016," ujar Vice President Corporate Communication Freeport Indonesia, Reza Pratama kemarin (17/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinasi sendiri juga dilakukan seiring dengan rencana Menteri ESDM Sudirman Said yang akan mengkaji ulang klausul mengenai batas waktu pelaksanaan program hilirisasi yang seharusnya diterapkan pada 2017 sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2014 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral Di Dalam Negeri.
Sebelumnya, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Muhammad Hidayat meminta Freeport Indonesia segera merevisi rencana kerja proyek smelter Gresik.
Di samping itu, pemerintah berencana mengkaji ulang mengenai klausul batas waktu mengenai larangan ekspor biji mineral mentah yang awalnya akan diterapkan secara konsisten pada 2017.
"Mana mungkin 2017 terbangun? Meski dikebut bagaimana pun (juga). Progresnya aja baru berapa persen," cetus Hidayat. (gir)