Arus Gunawan, Direktur Permesinan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin mengatakan perusahan sudah menyelesaikan urusan perizinan di instansi-instansi terkait termasuk sudah mengantongi izin prinsip dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Kami sudah setujui mereka untuk ground breaking di pertengahan tahun ini. Semua sudah fixed, tinggal operasi. Master list sudah ada dan kami sudah menyetujui," jelas Arus kepada CNNIndonesia.com di kantornya, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang yang digunakan adalah tenaga uap. Bahkan, rencananya pembangkit listrik di Jepara akan lebih besar dibandingkan yang terdapat di Paiton, Jawa Timur," jelasnya.
Rencananya, pembangunan dua pembangkit tersebut akan memakan waktu tiga tahun sehingga proyek bisa selesai pada 2019. Setelah itu, Sumitomo akan memasok listrik kepada PT PLN (Persero) dengan kontrak selama 25 tahun ke depan.
"Nanti setelah 25 tahun, pembangkit listrik serta asetnya akan menjadi milik PLN," ungkapnya.
Ia menambahkan, proyek pembangkit Sumitomo disetujui oleh Kemenperin karena investor menyanggupi memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 18 hingga 20 persen seperti yang disyaratkan oleh pemerintah. Laporan dari perusahaan sejauh ini mengatakan akan menggunakan conveyor belt, komponen penunjang pembangkit, dan perlengkapan sipil buatan Indonesia.
"Kami rasa angka TKDN 20 persen dari material ini sudah cukup lumayan. Dan kami akan terus me-monitor realisasi penggunaan TKDN tersebut," jelasnya. (gen)