Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Budi Gunadi Sadikin menilai langkah ini tepat untuk mengimbangi penurunan suku bunga acuan BI (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi tujuh persen. Ia memperkirakan likuiditas perseroan akan bertambah Rp4,1 triliun.
“Kalau kita menurunkan bunga tapi enggak menjaga likuditas berarti pressure untuk rebutan dana itu keluar lagi,” kata Budi saat ditemui di Menara Mandiri, Jakarta, Senin (22/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) memperkirakan likuditasnya akan bertambah senilai Rp2,7 triliun pasca GWM diturunkan. Angka itu hampir mendekati total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI tahun lalu sebesar Rp3,4 triliun.
Sebagai informasi, hasil Rapat Dewan Gubenur (RDG) BI pada Kamis, 18 Februari 2016 lalu, memutuskan BI kembali memangkas GWM primer dalam rupiah sebesar sebesar 1 persen dan akan mulai berlaku efektif pada 16 Maret 2016 mendatang.
"Pertumbuhan kredit kalau tanpa penurunan GWM itu bisa naik dari sekarang sekitar 10 persen, di akhir tahun menjadi kurang lebih sekitar 12,5 persen. Kalau ditambah dengan penurunan GWM yang satu persen ini, pertumbuhan kreditnya bisa lebih tinggi yaitu menjadi 14 persen,” ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo. (gir)