“(Penerbitan) obligasi lagi kami siapkan. Kurang lebih kami akan lakukan itu Juni 2016,” ujar Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi saat ditemui di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (24/2).
Budi menyebutkan obligasi itu akan memiliki tenor lima hingga sepuluh tahun. Saat ini AP II tengah menyeleksi institusi keuangan yang akan menjadi penjamin emisi (underwriter) penerbitan obligasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga 2021, lanjut Budi, kebutuhan investasi perusahaan untuk pengembangan 13 bandara di kawasan barat Indonesia sekitar Rp60,1 triliun.
Khusus untuk pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kebutuhan investasinya mencapai Rp41 triliun. Investasi itu utamanya untuk pembangunan Terminal 3 Ultimate yang saat ini pembangunan tahap satunya telah rampung 96 persen. Terminal ini ditargetkan bisa menampung pergerakan 25 juta penumpang per tahun dan akan mulai beroperasi pada Mei 2016.
Sebagai informasi, tahun ini, perseroan membidik pendapatan sebesar Rp7,7 triliun atau tumbuh lebih dari 30 persen dibanding proyeksi tahun 2015, Rp5,7 triliun. Terkait laba bersih, perseroan hingga akhir 2016 berharap bisa memperoleh sebesar Rp1,6 triliun hingga Rp1,7 triliun. (gen)