Dari kontrak tersebut, pengerjaan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Prabumulih, Sumatera Selatan tercatat menjadi proyek dengan nilai terbesar mencapai Rp493,5 miliar.
"Pelaksanaan pembangunan infrastruktur strategis ini akan mempermudah akses masyarakat terhadap energi, seperti listrik dan gas, serta pemerataan distribusi energi di Indonesia," ujar Menteri ESDM, Sudirman Said di Jakarta, Senin (29/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain jaringan gas bumi Prabumulih, Sudirman bilang sedianya pemerintah juga telah menandatangani kontrak pengadaan infrastruktur lain seperti proyek pembangunan pipa gas bumi di Surabaya yang akan digarap PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai kontrak sebesar Rp285,2 miliar.
Rencananya, PLTS Manokwari akan dibangun di Manokwari Papua Barat dengan nilai investasi mencapai Rp57 miliar.
Guna merealisasikan rencana strategis tadi, kata Sudirman pemerintah akan membentuk tim pengawas yang diberi nama Unit Pengendalian dan Pemantauan Pembangunan Infrastruktur (UP3I).
"UP31 bertugas mengawasi dan mengendalikan pembangunan infrastruktur yang didanai oleh APBN," cetus Mantan Direktur PT Pindad (Persero) ini.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar persiapan segala upaya eksekusi proyek-proyek tadi bisa segera direalisasikan.
"Sehingga pekerjaan lebih cepat selesai dan berkualitas, serta dapat menjadi penggerak perekonomian setempat yang manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat setempat," tandas mantan Gubernur DKI Jakarta ini. (gir)