Tahun ini, Kementerian yang dipimpin oleh Rini Soemarno itu akan lebih dulu mengelompokkan perusahan di sektor konstruksi ke dalam ke dalam satu induk usaha.
"Yang paling utama, terus terang memang sektor jalan tol atau sektor konstruksi. Ini karena konstruksi kan juga banyak sekali ya. Jadi kita konsentrasikan lebih dulu ke yang membangun jalan tol," ujar Rini di Istana Negara, Senin (29/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ayal, pemerintah pun berencana mengenjot segala persiapan guna merealisasikan rencana ini.
Adapun perusahaan-perusahaan yang cukup familiar di masyarakat meliputi PT Adhi Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk dan PT Wijaya Karya Tbk.
Seiring dengan rencana pembentukkan holding konstruksi, Rini menyatakan saat ini pemerintah juga tengah mematangkan wacana pembentukkan induk BUMN di sektor pertambangan.
Rini menegaskan, sampai saat ini PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum masih menjadi perusahaan pelat merah yang akan ditunjuk menjadi perusahaan holding.
"Sama, pertambangan mungkin 2016," imbuh Rini. (gir)