Ia mencatat, harga BBM berkadar oktan (RON) 95 yang dijual di Malaysia adalah 1,6 ringgit atau setara Rp5.120 per liter. Harga per 1 Maret 2016 tersebut lebih rendah 8,57 persen dibandingkan harga bulan sebelumnya di angka 1,75 ringgit.
Sementara PT Pertamina (Persero) yang menyebut bensin RON 95 di Indonesia dengan nama Pertamax Plus, menjualnya dengan harga Rp8.850 per liter. Harga itu hanya turun 2,21 persen dibandingkan harga jual bulan sebelumnya Rp9.050 per liter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Perbedaan harga sebesar Rp3 ribu per liter, sungguh sangat besar. Lebih miris, Malaysia tidak mengenakan pajak untuk BBM sementara di Indonesia dikenakan pajak 15 persen,” kata Faisal, dikutip Rabu (2/3).
“Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga, mengapa tidak dipertanyakan pula keganjilan peredaan harga antara Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Plus?” kata Faisal.
Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas itu menyayangkan tidak adanya transparansi formula perhitungan harga BBM di Indonesia, terutama yang ditetapkan oleh Pertamina untuk BBM non subsidi.
“Saatnya kita menuntut transparansi formula perhitungan harga BBM di Indonesia, termasuk harga avtur dan harga BBM untuk kapal yang tak kalah mahalnya,” tegasnya. (gen)