Syarat UE Memberatkan, Menko Darmin Kritik Tim Negosiasi FTA
Elisa Valenta Sari | CNN Indonesia
Kamis, 03 Mar 2016 14:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan upaya pemerintah melakukan negosiasi perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa dalam kerangka Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) kurang berjalan mulus.
Pasalnya, kata Darmin, Uni Eropa (UE) mengajukan sejumlah syarat yang cukup memberatkan bagi Indonesia.
Contohnya, kata Darmin, UE meminta pemangkasan tarif bea masuk hingga 95 persen. Selain itu, UE juga meminta pembebasan bea keluar. Permintaan itu berkaca dari kemitraan dagang Uni Eropa dengan Vietnam, yang telah menghapus bea keluar dalam perdagangan lintas kawasan itu.
Darmin memastikan, jika permintaan Uni Eropa tersebut dikabulkan pasti akan memukul industri dalam negeri. Karenanya, ia pun mengkritik upaya tim perundingan perjanjian perdagangan bebas (FTA) Indonesia yang masih jauh dari harapan.
“Mestinya dengan Uni Eropa, kita berani untuk ambil risiko karena kita tidak bersaing dengan mereka. Beda jika dibandingkan dengan dua kompetitor lain India dan China”, ujar Darmin di kantornya, Kamis (3/3).
Darmin menekankan perlunya koordinasi yang intensif lintas Kementerian/Lembaga (K/L) terkait agar tercapai titik temu dalam perundingan FTA. Pasalnya, pada April mendatang Presiden Joko Widodo akan melakukan lawatan ke beberapa negara Uni Eropa seperti Jerman, Inggris, Belanda dan Belgia.
“Kita harus punya milestone yang mau dicapai, kalau tidak, perundingannya akan berputar-beputar, tidak mencapai target”, kata Darmin. (ags/ags)
Pasalnya, kata Darmin, Uni Eropa (UE) mengajukan sejumlah syarat yang cukup memberatkan bagi Indonesia.
Contohnya, kata Darmin, UE meminta pemangkasan tarif bea masuk hingga 95 persen. Selain itu, UE juga meminta pembebasan bea keluar. Permintaan itu berkaca dari kemitraan dagang Uni Eropa dengan Vietnam, yang telah menghapus bea keluar dalam perdagangan lintas kawasan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Mestinya dengan Uni Eropa, kita berani untuk ambil risiko karena kita tidak bersaing dengan mereka. Beda jika dibandingkan dengan dua kompetitor lain India dan China”, ujar Darmin di kantornya, Kamis (3/3).
“Kita harus punya milestone yang mau dicapai, kalau tidak, perundingannya akan berputar-beputar, tidak mencapai target”, kata Darmin. (ags/ags)